Novel | Matilda karya roald dahl | bagian 1

Assalamualaikum Wr.Wb
Matilda3.jpg

Para orang tua kadang aneh: anak mereka sendiri, biar sudah keterlaluan, tetap saja mereka anggap hebat. Ada pula orang tua yang lebih dari itu. Mereka begitu mengagumi anak mereka sampai yakin sendiri bahwa anak itu bermutu jenius. Semuanya itu masih bisa dimaklumi karena memang begitulah sifat manusia. Terkadang bisa dijumpai juga orang tua yang bersikap sebaliknya. Mereka ini sama sekali tidak peduli terhadap anak mereka.

Hal ini tentu saja lebih buruk dari pada para ayah dan ibu yang terlalu besar kasih sayangnya. Tuan dan nyonya Wormwood tergolong ayah dan ibu jenis yang kedua yang tidak mengacuhkan anak - anak mereka. Anak mereka dua. Seorang anak laki - laki yang bernama michael. Dia yang sulung. Adiknya bernama Matilda. Matilda oleh ayah dan ibunya tidak dianggap sama sekali atau paling - paling dianggap seperti "ketombe" karena di anggap hanya mengganggu. Justru karena kepintarannya, dia dianggap pengganggu kesibukan mereka sebagai pedagang mobil yang sukses. Ketika berumur tiga tahun, matilda sudah bisa membaca.

Matilda: "hai ayah, bolehkah aku minta di belikan buku?"
tuan Wormwood: "buku? Untuk apa?" (perkataannya dengan kesal)
matilda: "untuk dibaca, ayah"
tuan Wormwood: "apa kurangnya televisi? Kita kan sudah punya televisi yang bagus. Sekarang minta buku lagi! Kau ini manja!"

Pada hari - hari kerja, hampir setiap sore matilda ditinggal seorang diri di rumah. Michael yang umumnya lima tahun lebih tua harus bersekolah. Ayahnya bekerja. Sementara ibunya pergi bermain bingo, semacam permainan lotre di sebuah kota yang jauh dari rumahnya. Ketika ayahnya menolak membelikan buku, sorenya matilda pergi berjalan kaki seorang diri ke perpustakaan umum di desanya. Sesampainya di sana ia memperkenalkan diri kepada nyonya phelps, wanita yang mengurus perpustakaan itu. Matilda bertanya apakah ia di perbolehkan duduk sebentar untuk membaca buku disitu. Nyonya phelps agak terkejut melihat ada anak perempuan sekecil itu datang tanpa di temani ayah dan ibunya. Akan tetapi, di izinkannya juga matilda masuk.

matilda: "dimana buku - buku untuk anak - anak?" tanya nya dengan sopan
nyonya phelps: "di sebelah sana, pada rak - rak di sebelah bawah itu, kau mau kucarikan buku yang bagus dan yang banyak gambarnya?"
matilda: "tidak terima kasih, saya bisa mencari sendiri."

sejak hari itu setiap sore matilda pergi ke perpustakaan, begitu ibunya sudah berangkat main bingo lagi. Dia berjalan kaki dari rumah ke perpustakaan hanya memakan waktu sepuluh menit. Jadi, ada waktu 2 jam baginya untuk duduk dengan asyik di sebuah sudut yang nyaman, untuk membaca buku demi buku. Nyonya phelps yang memerhatikan anak itu dengan perasaan takjub selama beberapa minggu yang sudah lewat kini datang menghampirinya.

nyonya phelps: "barangkali aku bisa membantu, matilda?"
matilda: "buku apa lagi yang bisa saya baca, ya? Buku anak - anak semuanya sudah."
nyonya phelps: "maksudmu, kau sudah melihat gambarnya?"
matilda: "ya, tapi juga membacanya."

nyonya phelps memandang matilda yang jauh lebih kecil darinya. Sementara matilda mendongak menatapnya. "menurut saya, buku - buku itu ada yang jelek sekali ceritanya," kata matilda, tapi yang lain - lain bagus. "saya paling suka taman rahasia ceritanya penuh misteri. Misteri kamar di balik pintu yang selalu tertutup, dan misteri kebun di balik tembok besar. Nyonya phelps tercengang mendengarnya.

nyonya phelps:"berapa umurmu sekarang, matilda?"
matilda: "empat tahun tiga bulan" nyonya phelps makin tercengang tapi ia tidak menampakannya.
nyonya phelps: "buku macam apa yang ingin kau baca sekarang?"
matilda: "buku yang benar bagus yang dibaca orang dewasa" buku yang terkenal. Tentang judulnya, satu pun tidak ada yang aku ketahui. "

~*BERSAMBUNG*~

Wassalamualaikum Wr.Wb

TAG: novel matilda, novel, roald dahl, novel matilda indonesia, etc

0 Response to "Novel | Matilda karya roald dahl | bagian 1"

Posting Komentar